Kartu ATM Mandiri yang merangkap kartu visa debit dapat digunakan di sebagian merchant tanpa PIN sama sekali. Yang dibutuhkan hanyalah tanda tangan di atas resi yang diprint, mirip seperti transaksi kartu kredit. Bedanya dengan transaksi kartu kredit adalah, jumlah transaksi akan langsung didebet dari rekening tabungan Anda. Merchant-merchant yang menggunakan IDC yang digesek, dan bukan dicoloklah, yang tidak menggunakan PIN seperti dijelaskan di atas.
Ini jelas tidak aman, karena jika kartu dicuri maka si pencuri dapat langsung membelanjakan kartu kita. Tanda tangan pun bisa ditiru langsung dari belakang kartu. Dan seandainya tidak ada tanda tangan kita di kartu pun, si pencuri tinggal membubuhkan tanda tangan palsu di kartu.
Ketika ditanyakan ke pihak Mandiri, ternyata:
* kita tidak bisa melakukan dispute seperti halnya di kartu kredit, jika kartu kita hilang atau dicuri, kita harus berlomba secepat-cepatnya untuk menelepon Mandiri untuk memberitahukan hal ini dan memblokir kartu. Jika kartu disalahgunakan pencuri sebelum kita lapor, semua transaksi yang telah dilakukan harus kita tanggung.
* kita tidak bisa mematikan fitur transaksi tanpa PIN ini.
Salah satu bukti lagi bahwa keamanan nasabah bukanlah prioritas nomor satu bagi bank.
Beberapa tip untuk meningkatkan keamanan:
* Jangan bawa-bawa kartu ATM/visa debit Mandiri Anda jika tidak perlu.
* Jangan pernah menandatangani kartu ATM/kartu kredit, melainkan coret-coreti saja sampai penuh sehingga tidak ada tempat untuk membubuhkan tanda tangan lagi. Dengan demikian, pencuri tidak bisa meniru tanda tangan kita, dan juga tidak bisa membubuhkan tanda tangan palsu.
* Pertimbangkan beralih dari Mandiri ke penerbit kartu lain yang lebih aman (contoh: BCA, di mana setahu penulis semua transaksi debit membutuhkan PIN).
Salah satu korban: Mahalia Sri Idah Lingga dari Cimanggis menulis di Surat Pembaca Tabloid Kontan edisi 17-21 Sep 2010. Dikutip sbb:
BalasHapus"Saya kehilangan ATM Mandiri pada tanggal 13 Agu 2010 dan menyadari kehilangan itu pada tanggal 18 Agu 2010. [...] Uang saya hilang Rp 61.657.655 dalam waktu empat hari. Saya shock [...] Customer service memprint out semua jenis pendebitan. Tertera di dalamnya pembelanjaan di hipermarket, toko onderdil otomotif, toko elektronik, toko sepatu, dan lainnya. [...] Kartu ATM Mandiri tidak menggunakan PIN dalam transaksi belanja, jadi kemungkinan si pelaku memalsukan tanda tangan saya. Saya masih shock karena begitu mudah jutaan dana terbobol. CS menyarankan mengisi form pengaduan dan akan diproses selama 15 hari kerja. [...] Hasil pengaduan bukan 15 hari, tapi 45 hari. [...]"
Saya menghimbau kepada bank Mandiri agar memperhatikan masalah ini. Tidak semua orang langsung sadar kartunya hilang, karena bisa saja sebagian isi dompet diambil lalu dompetnya dikembalikan tanpa si korban tahu. Lalu, UNTUK APA TANDA TANGAN ADA DI KARTU??? Ini hanya memberikan bonus gratis bagi pencuri untuk meniru tanda tangan.
Utamakan keamanan!
Jangan Pakai Mandiri, gw kehilangan Rp 20jt
BalasHapusgw baru tahu kalau kartu debit ini cukup TTD doang
dan 1 lagi, Buat kartu Debit Kloningan mirip punya kita itu cepet, yg kemudian belakangnya bisa di TTD sama Pencuri tsb, atau buat KTP ASPAL untuk verifikasi yg TTDnya mirip kita juga gak ada 1 hari
BLom lagi klo komplotan itu, kerjasama dgn yg punya Toko yg nyediain fasilitas Debit....
Peraturan Bodoh, debit gak pake PIN
Barusan saya dihubungi pihak Mandiri ada transaksi di SPBU dengan total 2,4 jt. Saya baru sadar kalau kartu debit saya hilang. Saya bingung mengapa kartu debit bisa melakukan transaksi tanpa PIN
BalasHapusmas saaya transaksi pke atm suami saya ehh pas k 3x salah pin... mungkin suami saya sudah mnhubah pin nya
BalasHapusbisa gak mas . mba.
kita transaksi visa . saat blnja online
???
sehabis 3 gagal pin
mas saaya transaksi pke atm suami saya ehh pas k 3x salah pin... mungkin suami saya sudah mnhubah pin nya
BalasHapusbisa gak mas . mba.
kita transaksi visa . saat blnja online
???
sehabis 3 gagal pin